Nama ilmiah membantu kita menyebut makhluk hidup dengan nama yang seragam di seluruh dunia. Ini penting karena satu organisme bisa punya banyak nama lokal. Dengan nama ilmiah, identifikasi jadi jelas: kita tahu genus (marga) dan spesies (jenis)-nya.
Konsep Dasar Binomial Nomenklatur
Penamaan ilmiah makhluk hidup umumnya mengikuti sistem binomial nomenklatur (tata nama binomial). “Binomial” berarti dua nama: kata pertama adalah genus, kata kedua adalah spesies. Sistem ini membuat penamaan organisme lebih rapi, konsisten, dan mudah dipahami lintas bahasa.
Contoh sederhananya: manusia dikenal sebagai Homo sapiens. Kata Homo adalah genus, sedangkan sapiens adalah spesies.
Aturan Utama Penulisan Nama Ilmiah
Kalau kamu ingin menulis nama ilmiah di dunia pendidikan dengan benar (di laporan, makalah, artikel, atau tugas sekolah), pegang aturan inti berikut:
- Terdiri dari dua kata (genus + spesies).
- Kata pertama (genus) diawali huruf kapital. Contoh: Oryza.
- Kata kedua (spesies) ditulis huruf kecil. Contoh: sativa.
- Kedua kata ditulis terpisah (tidak disambung).
- Jika diketik, nama ilmiah ditulis miring (italic).
- Jika ditulis tangan, nama ilmiah digarisbawahi (umumnya tiap kata digarisbawahi terpisah).
- Nama ilmiah lazimnya menggunakan bahasa Latin atau kata yang dilatinkan.
Catatan penting: Aturan kapital-kecil pada nama ilmiah tetap berlaku meskipun kamu menulis judul dengan huruf kapital semua. Jadi jangan menulis “ORYZA SATIVA” sebagai nama ilmiah; yang benar tetap Oryza sativa (formatnya mengikuti kaidah, bukan mengikuti gaya judul).
Tata Cara Penulisan Nama Ilmiah Tumbuhan dan Hewan
Secara umum, aturan dasarnya sama untuk tumbuhan maupun hewan: genus kapital, spesies kecil, dan memakai italic (ketik) atau garis bawah (tulis tangan). Namun, ada beberapa kebiasaan penulisan yang sering kamu temui di buku dan jurnal:
1) Tumbuhan
- Format utama: Genus spesies (italic saat diketik).
- Dalam konteks akademik, kadang ditambahkan nama penemu (otoritas) setelah spesies, misalnya “L.” atau nama singkatan lain. Bagian otoritas ini tidak ditulis miring dan tidak digarisbawahi.
- Jika spesies memiliki dua unsur kata pada epithet tertentu, beberapa referensi menuliskannya digabung atau memakai tanda hubung (misalnya pada kasus tertentu seperti rosa-sinensis).
2) Hewan
- Format utama juga sama: Genus spesies.
- Kadang nama otoritas ditulis lengkap (atau singkatan) di belakang nama spesies; bagian ini juga huruf tegak (bukan italic).
- Dalam sebagian literatur, jika suatu spesies pernah diklasifikasikan ke genus lain, penulisan otoritas dapat memakai tanda kurung untuk menandai perubahan klasifikasi (ini biasanya muncul di referensi taksonomi, bukan di tugas sekolah dasar).
Intinya: untuk kebutuhan tugas sekolah dan penulisan umum, kamu cukup konsisten pada format Genus (Kapital) + spesies (kecil) + italic/garis bawah.
Penulisan Nama Ilmiah yang Benar: Oryza sativa
Salah satu contoh yang sering dipakai adalah padi, dengan nama ilmiah:
Benar (diketik): Oryza sativa
Salah: Oryza Sativa / oryza sativa / ORYZA SATIVA
Kenapa Oryza sativa seperti itu?
- Oryza adalah genus → huruf pertama kapital.
- sativa adalah spesies → huruf kecil.
- Karena diketik, keduanya italic.
Kalau kamu menulisnya di buku tulis (ditulis tangan), gunakan versi garis bawah (contohnya ada di bagian “Cara Menulis di Buku Tulis”).
Penulisan Nama Ilmiah 3 Kata (Trinomial)
Selain binomial (dua kata), kamu juga bisa menemukan nama ilmiah 3 kata. Ini biasanya dipakai untuk menyebut subspesies (atau bentuk taksonomi di bawah spesies) sehingga formatnya menjadi:
Genus spesies subspesies
- Kata 1: genus (kapital)
- Kata 2: spesies (kecil)
- Kata 3: penjelas subspesies (kecil)
Contoh format: Genus species subspecies (ditulis miring jika diketik). Saat ditulis tangan, ketiganya digarisbawahi terpisah.
Kapan kamu butuh ini? Biasanya saat sumber buku/lembar kerja memang meminta nama sampai tingkat subspesies. Kalau hanya diminta “nama ilmiah”, umumnya cukup dua kata.
Penulisan Nama Ilmiah dengan Garis Bawah
Aturan praktisnya sederhana:
- Ketik (komputer/HP): gunakan italic untuk nama ilmiah.
- Tulis tangan: gunakan garis bawah sebagai pengganti italic.
Yang sering bikin keliru adalah cara menggarisbawahi. Agar rapi dan sesuai kebiasaan penulisan ilmiah, lakukan ini:
- Tulis nama ilmiah dengan spasi antar-kata (misalnya Oryza sativa).
- Garisbawahi setiap kata secara terpisah, bukan satu garis panjang menyambung melewati spasi.
Kenapa terpisah? Karena nama ilmiah adalah unit kata yang berdiri sendiri (genus dan spesies), jadi penanda “ini nama ilmiah” berlaku pada masing-masing kata.
Kalau gurumu meminta menulis di buku tulis atau kamu sedang mengerjakan tugas di kelas, ikuti langkah cepat ini.
Langkah Praktis
- Tentukan genus dan spesiesnya. Pastikan urutan benar: genus dulu, baru spesies.
- Tulis genus dengan huruf awal kapital. Contoh: Oryza
- Tulis spesies dengan huruf kecil semua. Contoh: sativa
- Beri garis bawah pada tiap kata. Garisbawahi “Oryza” dan “sativa” secara terpisah.
Contoh di Buku Tulis
Karena HTML tidak bisa benar-benar meniru coretan tanganmu, bayangkan formatnya seperti ini:
Oryza
sativa
Penulisan nama ilmiah jika ditulis tangan pada dasarnya adalah “versi garis bawah” dari format italic.
Tata Cara Penulisan Nama Ilmiah dan Contohnya
Berikut ringkasan aturan + contoh biar kamu bisa langsung meniru saat menulis tugas.
Situasi |
Format yang Benar |
Contoh |
|---|---|---|
Diketik (Word/Google Docs/HP) |
Genus kapital + spesies kecil, italic |
Oryza sativa, Mangifera indica, Canis lupus |
Ditulis tangan (buku tulis) |
Genus kapital + spesies kecil, garis bawah tiap kata |
Oryza sativa |
Nama ilmiah 3 kata (subspesies) |
Genus kapital + spesies kecil + subspesies kecil, italic/garisbawah |
Genus species subspecies (format) |
Menulis judul yang hurufnya kapital semua |
Nama ilmiah tetap mengikuti kaidah genus kapital + spesies kecil (dan italic) |
PENELITIAN PADA Oryza sativa DI LAHAN… |
Menambahkan nama penemu (otoritas) |
Otoritas setelah spesies, tidak italic dan tidak digarisbawahi |
Nephelium lappaceum L. |
Checklist Cepat (Biar Nggak Salah Lagi)
- ✅ Dua kata? (kecuali memang diminta 3 kata/subspesies)
- ✅ Genus kapital?
- ✅ Spesies huruf kecil?
- ✅ Diketk miring / ditulis tangan digarisbawahi?
- ✅ Spasi antar-kata, tidak disambung?
Contoh Nama Ilmiah Tumbuhan & Hewan (Populer di Tugas Sekolah)
- Tumbuhan: Oryza sativa (padi), Zea mays (jagung), Cocos nucifera (kelapa)
- Hewan: Canis lupus (serigala), Elephas indicus (gajah), Clarias batrachus (lele)
FAQ Singkat
1) Bolehkah nama ilmiah ditulis tebal (bold)?
Dalam penulisan ilmiah yang umum, standar utamanya adalah italic (ketik) atau garis bawah (tulis tangan). Kalau ada instruksi khusus dari guru/dosen (misalnya wajib bold), ikuti instruksi tersebut, tetapi untuk kaidah umum, italic/garis bawah adalah yang paling aman.
Praktik yang rapi adalah dipisah per kata: genus digarisbawahi, spesies digarisbawahi, dan tetap ada spasi di antaranya.
3) Kapan nama ilmiah menjadi 3 kata?
Biasanya saat mencantumkan subspesies. Formatnya menjadi Genus spesies subspesies. Jika tugas hanya meminta “nama ilmiah”, umumnya cukup dua kata.
Tulis “Oryza” (O kapital) lalu “sativa” (huruf kecil), kemudian garisbawahi masing-masing kata secara terpisah.
Kesimpulan: Cara penulisan nama ilmiah makhluk hidup yang benar itu konsisten: Genus (kapital) + spesies (kecil), ditulis italic saat diketik atau digarisbawahi saat ditulis tangan. Untuk kasus tertentu, nama bisa menjadi 3 kata (misalnya subspesies). Dengan mengikuti checklist sederhana, kamu bisa menulis nama ilmiah tumbuhan dan hewan dengan tepat—termasuk contoh yang paling sering muncul: Oryza sativa.
Tentang Penulis: Artikel ini disusun sebagai panduan praktis berbasis kaidah binomial nomenklatur yang umum dipakai dalam penulisan ilmiah dan materi pembelajaran, dengan fokus pada penerapan nyata di tugas sekolah, buku tulis, dan teks akademik.
Alkisahnews.com Situs Berita Informasi Asuransi, Bisnis, Teknologi, Gadget, & Aplikasi Situs Berita Informasi Asuransi, Bisnis, Teknologi, Gadget, & Aplikasi