Jelaskan Akun Modal Dalam Perseroan Terbatas

Jelaskan Akun Modal Dalam Perseroan Terbatas ?

Alkisahnews.com – Di tulisan ini akan kami jelaskan akun modal dalam perseroan terbatas secara singkat dan padat. Bagi para pembaca sekalian yang juga mencari informasi ini maka silahkan di simak penjelasannya di bawah ini.

Saat perseroan resmi dibentuk dengan akta pendirian perusahaan maka perseroan akan menjual hak kepemilikan dalam bentuk lembar saham. Jikalau perseroan hanya mempunyai satu jenis saham maka dinamakan saham biasa (common stock).

Tiap-tiap lembar saham biasa ini akan memberi hak kepada pemegangnya untuk ikut menentukan keadaan perusahaan (hak suara), mendapatkan laba perusahaan berupa dividen, membeli terlebih dahulu saham biasa dari perusahaan untuk menjaga persentase kepemilikan (pre-emptive right), serta hak memperoleh sisa klaim (residual claim) sehabis klaim kreditor dan pemegang saham prefen diberikan.

Ini Di Jelaskan Akun Modal Dalam Perseroan Terbatas

Modal pemilik di perseroan disebut dengan modal pemegang saham (stockholders equity). Di neraca perseroan, bagian modal pemegang saham ini dilaporkan secara detail jumlah dari dua sumber utama modal. Apa saja sumbernya tersebut?

1. Modal Yang Disetor Atau Kontribusi Dari Pemegang Saham

Modal ini disebut dengan modal disetor (paid-in capital). Atau sering juga dikenal dengan modal dikontribusi (contributed capital).

Sedang Trending :  Keuntungan Utama Ekspor adalah Keuntungan Dalam Bentuk Mata Uang Asing yang Disebut Apa?

Modal disetor adalah seluruh jumlah kas dan aktiva lainnya yang diberikan pemegang saham kepada perseroan. Modal disetor ini dipertukarkan dengan saham atau berasal dari penerbitan saham. Jumlah paling banyak lembar saham yang bisa dikeluarkan oleh suatu perseroan disebut dengan modal dasar (modal diotorisasi). Besaran modal dasar ini biasanya diperkenalkan di piagam atau akta pendirian perusahaan.

Pengesahan modal saham tidak membutuhkan ayat jurnal akuntansi oleh karena tidak mempunyai dampak secara langsung kepada besaran aktiva dan modal pemegang saham. Namun, penyebutan jumlah besaran saham tetap harus dilakukan pada neraca di bagian modal pemegang saham.

2. Laba Bersih Yang Ditahan dan Diinvestasikan Kembali

Laba yang diperoleh dapat diinvestasikan kembali ke perusahaan. Laba seperti ini dikenal dengan laba ditahan atau saldo laba (retained earnings). Laba bersih ini ada sebagai hasil dari kegiatan perseroan. Di setiap akhir periode, laba bersih (net income) yang didapatkan akan ditutup ke akun laba yang ditahan. (ADM)

Tinggalkan Balasan