Pelaksanaan Studi Kelayakan Bisnis Makanan untuk Memastikan Kualitas
Pelaksanaan Studi Kelayakan Bisnis Makanan untuk Memastikan Kualitas

Pelaksanaan Studi Kelayakan Bisnis Makanan untuk Memastikan Kualitas

Alkisahnews.com – Dilaksanakannya studi kelayakan bisnis makanan merupakan langkah konkret memastikan bahwa kudapan tersebut layak untuk disebarluaskan secara komersial. Usaha kudapan merupakan pilihan tepat karena tujuannya untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia.

Setiap hari manusia butuh makan sehingga ketika Anda memilih menu yang tepat maka usaha akan berjalan lancar dalam jangka panjang. Namun, untuk mampu bersaing dengan kompetitor maka harus tercipta inovasi dari waktu ke waktu sesuai dengan zamannya.

Pengertian Studi Kelayakan Usaha Makanan

Pemeriksaan kelayakan menjalankan usaha bukan hanya untuk bidang makanan. Namun, kali ini kami akan membahas perihal usaha makanan yang notabene banyak dibutuhkan semua orang.

Pengertian dari studi kelayakan usaha makanan adalah berbagai penelitian yang berkaitan dengan hukum, budaya, sosial, dan pasar serta pemasaran. Beberapa hal terkait teknis, teknologi, keuangan, serta manajemen adalah dasar dari pelaksanaan studi kelayakan.

Output dari dilaksanakannya proses ini sebelum usaha berjalan adalah guna menilai apakah usaha layak dijalankan atau ditunda. Apabila sudah mendapatkan kelayakan untuk beroperasi maka bisa segera dilaksanakan.

Namun, jika ternyata hasilnya adalah penolakan maka pemilik usaha wajib melakukan revisi agar standarnya sesuai dengan ketentuan yang diinginkan. Penilaian seperti ini perlu, terlebih untuk usaha yang berhubungan dengan F&B.

Baca Juga : Studi Kelayakan Bisnis Adalah Apa?

Faktor yang Mempengaruhi Studi Kelayakan Usaha Makanan

Sekilas kami sudah membocorkan beberapa aspek atau faktor yang mempengaruhi studi kelayakan suatu usaha makanan yang mempengaruhi penilaian standar. Ketika melaksanakan penilaian, beberapa aspek perlu diperhatikan.

Faktor-faktor ini akan menentukan apakah sebuah usaha layak beroperasi atau tidak. Adapun faktor-faktor tersebut meliputi:

  1. Aspek legalitas atau hukum, seperti berbagai dokumen yang dibutuhkan untuk membuat usaha menjadi diakui oleh negara. Beberapa dokumen yang dibutuhkan biasanya NPWP, SIUP, akta perusahaan dan perubahannya.
  2. Aspek ekonomi dan budaya dimana usaha didirikan. Tim penilai nantinya akan melihat apakah usaha Anda bersinggungan dengan ekonomi dan budaya masyarakat sekitar atau tidak.
  3. Aspek pasar dan konsumen target usaha. Penilaian terhadap target pasar dan konsumen sangat penting untuk menentukan apakah potensi usaha memberikan peluang bagus atau sebaliknya.
  4. Aspek manajemen sebagai eksekusi dari ide mendirikan usaha pada awalnya. Manajemen yang rapi akan menentukan berapa lama tujuan usaha didapatkan dan berapa besar potensi usaha dapat bersaing dengan kompetitor.
  5. Aspek keuangan berisi tentang cara mendapatkan modal, alokasi dana untuk semua operasional usaha, estimasi biaya tidak terduga, dan sebagainya.

Berbagai faktor di atas menjadi penentu kelayakan usaha apakah boleh berjalan atau sebaliknya. Dalam menjalankan usaha, jika ingin bertahan dalam jangka panjang dan berkembang besar di masa depan maka semua hal mesti dipersiapkan secara matang.

Tindakan yang berkaitan dengan studi kelayakan bisnis suatu makanan adalah hal penting dan tidak bisa dilewatkan. Dengan terlaluinya proses ini, sebagai pemilik usaha Anda akan percaya diri menjamin kualitas produk yang didagangkan.

Simak Juga : Faktor Studi Kelayakan Bisnis

Contoh Studi Kelayakan Bisnis Makanan Roti Kukus

Bicara soal studi kelayakan, jika ingin tahu contohnya tentu harus lebih jauh memahami tentang materinya dulu. Namun, sebagai gambaran, kami berikan contoh singkatnya saja. Misal, kali ini kami berikan contoh usaha roti kukus.

Studinya mesti tersusun secara tekstual dan faktual dengan format yang sudah ditentukan. Beberapa hal yang dibutuhkan untuk menyusun penilaian kelayakan meliputi:

  1. Latar Belakang: Roti adalah jenis makanan berat selain nasi yang fleksibel dibawa kemana saja. Roti memudahkan orang untuk membuat perut kenyang, mulai dari kalangan muda sampai tua. Teksturnya mudah dicerna semua usia.
  2. Bisnis Roti Kukus: Pengolahan makanan dengan cara dikukus merupakan pilihan sehat karena tidak menggunakan minyak. Selain itu, rasanya juga enak dan bisa diisi oleh beberapa variasi rasa. Tidak ada alasan studi kelayakan bisnis suatu makanan ini gagal.
  3. Rumusan Masalah: Sejauh mana keuntungannya, kapan balik modal, bagaimana cara pemasarannya?
  4. Tujuan: Mendapatkan keuntungan, menjadi pilihan sarapan segala usia, dan alternatif bisnis di tengah kesulitan mencari pekerjaan.
  5. Luaran yang diharapkan: Membantu masyarakat perkotaan mendapatkan sarapan simple, bergizi, dan enak.

Ada banyak usaha serupa di perkotaan, namun untuk berbagai alasan orang bisa berlangganan pada satu tempat sekalipun sekitarnya banyak usaha sejenis. Ketika mampu mempertahankan pelanggan, otomatis contoh dari studi kelayakan bisnis makanan telah berhasil. (SA)

Tinggalkan Balasan