Hubungan Email Dengan Pemanasan Global
Sumber Gambar : Pixabay.com

Hubungan Email dengan Pemanasan Global Terbaru

Memahami apa hubungan email dengan pemanasan global belum banyak diketahui. Apalagi banyak orang menganggap kalau minim adanya pengaruh apapun. Padahal menurut penelitian, ternyata ampuh membantu menurunkan pemanasan terjadi.

Hal ini sudah banyak dipaparkan terutama melalui platform media sosial. Twitter merupakan platform pertama yang menduniakan hal tersebut. Tidak lain setelah munculnya banyak pendapatan ilmuwan sangat mendukungnya.

Pastinya penting untuk orang awam supaya mengetahui lebih jauh tentangnya. Tentu karena pengguna email seluruh dunia mencapai miliaran orang. Tidak heran kalau ada potensi membantu bumi, bisa menjadi keputusan tepat.

Mengenal Hubungan Email dengan Pemanasan Global Terbaru

Menurut penelitian, melakukan pengiriman email ternyata bisa menimbulkan jejak karbon. Hal ini sudah dijabarkan langsung oleh penelitian dari McAfee. Tidak heran cukup ditanggapi sebagai penelitian paling tepat.

Apalagi pada penelitian yang dilakukan tersebut, ada 78% pesan memasuki folder spam. Baik dari sumber paling benar maupun mengirimkan spam bersifat negatif. Tidak heran dianggap cukup mengganggu pada kondisi bumi.

Menurut catatan yang sudah dilakukan, bahkan ada salah satu fakta paling mengagetkan. Tidak lain dengan adanya email menuju spam berjumlah 62 triliun. Pastinya nilai sangat besar sehingga dianggap membahayakan.

Sedang Trending :  Yang Bukan Termasuk Aplikasi Pengolah Kata Pada Sistem Operasi Adalah Apa?

Terlebih bukan hanya penerima yang mendapatkan jejak karbon melakukan pengirim. Tidak heran lebih banyak pihak yang terdampak masalah tersebut. Selain itu akan terdapat dua kali lipat karbon dibandingkan sebelumnya.

Harus diketahui kalau melakukan aktivitas sending dan receiving membutuhkan banyak energi listrik. Setidaknya terdapat fakta bahwa 33 miliar KHW digunakan. Belum lagi berdampak pada munculnya 20 juga CO2e per tahun.

Fakta lain yang menyebabkan buruknya dampak lainnya adalah tentang konsumsi listrik. Setidaknya ada 80% pengeluaran listrik dilakukan membaca spam. Begitu juga dalam urusan menghapus yang terdapat pada folder tersebut.

Tidak ketinggalan, ada 16% waktu pemakaian listrik digunakan hanya mencapai email tersebut. Wajar jika penggunaan daya listrik di dalamnya benar-benar tinggi. Jadi, wajar apabila kemudian muncul fakta buruk bagi bumi.

Bagi Anda yang tidak ingin terkena masalah pemanasan global, disarankan ikut serta menjaga. Misalnya menghapus sekaligus mencegah munculnya spam. Dapat dilakukan dengan blokir banyak email yang sering memberi spam. (SA)

Baca Juga : Menghapus Email Menyelamatkan Bumi

Tinggalkan Balasan