Jelaskan Keterampilan Apa Saja Dalam Bernegosiasi Dalam Bisnis
Keterampilan Bernegosiasi Dalam Bisnis

Jelaskan Keterampilan Apa Saja Dalam Bernegosiasi Dalam Bisnis ?

Alkisahnews.com – Pada artikel ini kami akan jelaskan keterampilan apa saja dalam bernegosiasi dalam bisnis. Buat Anda yang ingin mencari topik tersebut maka silahkan baca penjelasannya di bawah ini.

Ini Di Jelaskan Keterampilan Apa Saja Dalam Bernegosiasi Dalam Bisnis

Sebelum kami jelaskan, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa itu negosiasi. Negosiasi adalah bentuk interaksi yang dilaksanakan dalam rangka mendapatkan suatu kesepakatan. Negosiasi bisa dilakukan oleh dua pihak atau lebih yang mana diantaranya memiliki kepentingan yang saling bertentangan.

Dalam dunia bisnis juga diperlukan negosiasi. Hal ini dilakukan guna mencapai kesepakatan bisnis dan memecahkan permasalahan bisnis yang muncul.

Negosiasi amat sangat penting dalam dunia bisnis sehingga seseorang yang diutus menjadi ahli negosiasi harus memahami hal-hal apa saja yang penting dalam proses negosiasi. Selain itu, seorang negosiator (individu yang diutus untuk melakukan negosiasi) yang ditunjuk harus memiliki beberapa keterampilan khusus dan unik guna memenangkan perkara yang sedang dibahas.

Adapun beberapa keterampilan yang dibutuhkan oleh seorang negosiator bisnis, antara lain:

1. Menguasai Komunikasi Secara Verbal dan non-Verbal

Negosiator yang mempunyai keahlian dalam komunikasi verbal dan non-verbal akan lebih efektif dan jelas dalam menjalani proses negosiasi. Bilamana pesan yang disampaikan tidak jelas atau ambigu maka ini bisa menjadi celah bagi lawan untuk menjatuhkan kita. Apalagi bila kemampuan komunikasi yang kurang menghasilkan kesalahpahaman, tentunya ini akan menimbulkan kekacauan yang bisa berakibat perang dalam dunia bisnis.

2. Kemampuan Analisa Masalah dan Upaya Mencarikan Solusinya

Selain pintar dalam berkomunikasi, negosiator juga harus bisa menganalisis masalah yang sedang dihadapi. Dia harus mampu mengukur sampai batas mana kepentingan klien yang sedang diwakiklan dan akibat baik atau buruk yang bisa diterima.

Selain itu, dengan memahami masalah secara akurat dan mendalam maka negosiator akan lebih mudah dalam mencari solusi dalam suatu permasalahan bisnis. Pengkajian isu, kepentingan, dan tujuan konflik yang baik akan memudahkan dalam pencarian solusi yang sama-sama menguntungkan.

Sedang Trending :  Rekomendasi Usaha yang Langka Tapi Menguntungkan di Tahun 2022

3. Persiapan Yang Cermat

Sebelum proses negosiasi berjalan, negosiator harus mempersiapkan dirinya terlebih dahulu. Persiapan yang baik akan meningkatkan potensi kemenangan dalam proses negosiasi.

Seorang negosiator harus bisa menentukan hasil apa yang ingin diraih sebelum negosiasi berjalan. Dengan mengetahui dan memahami hasil yang ingin dicapai maka akan menuntuk negosiator untuk berhenti atau lanjut dalam proses negosiasi.

4. Mendengarkan Lawan Bicara Dengan Serius

Negosiator yang baik adalah mereka yang tidak menganggap remeh lawan bicaranya. Selain tidak meremehkan lawan berbicara, mendengarkan lawan bicara akan meningkatkan daya analisa sehingga semakin akurat. Analisis yang baik terhadap suatu masalah bisnis akan meningkatkan potensi mencetuskan ide-ide penyelesaian masalah yang solutif dan win-win solution.

Ingat, jangan terlalu mendominasi percakapan kecuali negosiator memang benar-benar menang telak. Terlalu banyak berbicara justru akan membuka kelemahan tanpa disadari. Hal ini juga akan meningkatkan pemahaman lawan bicara tentang situasi yang sedang dihadapi.

5. Cerdas Dalam Penguasaan Emosi

Penguasaan terhadap emosi adalah hal yang sangat-sangat penting dalam proses negosiasi. Pihak yang sering mengikuti aliran emosinya adalah pihak yang akan menyesal setelah proses negosiasi. Mengapa? Oleh karena penggunaan emosi dalam negosiasi akan mengganggu proses pikir yang baik dalam memecahkan masalah bisnis.

6. Perlihatkan Komitmen

Untuk menilai negosiasi berjalan efektif dan lancar maka negosiator harus berpatokan kepada komitmen awal. Komitmen awal yang jauh dari hal-hal yang mendukung kesuksesan negosiasi maka akan membawa negosiasi ke pertentangan yang lebih besar. Jangan terlalu memaksakan kehendak sehingga terkesan tidak mau rugi sedikitpun. Ingat lagi komitmen awal yang dibangun untuk lebih memudahkan mendapatkan win-win solution. (ADM)

Tinggalkan Balasan