Estetika Kontemporer Merupakan Konsep Keindahan Seni yang Diproduksi Saat
Ilustrasi Estetika Kontemporer

Estetika Kontemporer Merupakan Konsep Keindahan Seni yang Diproduksi Saat Kapan?

Estetika kontemporer merupakan konsep keindahan seni yang diproduksi saat terjadi peperangan dunia. Saat ini, perkembangan kontemporer cukup banyak diminati beberapa kalangan. Bahkan, beberapa pemuda mulai menyukai bidang ini.

Meski namanya kontemporer, tetapi tidak dapat dinilai sederhana seperti seni klasik. Sebab, kontemporer bersifat seni zaman terkini. Mengikuti perkembangan zaman dan pembuatannya pun bersamaan dengan kehidupan seni pada umumnya.

Beberapa mungkin menganggap kontemporer menjadi salah satu karya yang unik. Tetapi, tidak jarang hal ini justru menjadi perdebatan. Hal ini dikarenakan tidak ada aturan yang pasti dalam susunan strukturnya.

Estetika Kontemporer Merupakan Konsep Keindahan Seni yang Diproduksi Saat

Menurut (D. Maryanto, 2000) kontemporer memiliki arti sesuatu atau orang-orang yang hidup pada masa karya ini diciptakan. Sebab, kontemporer ini memiliki keterikatan antara pencipta, lokasi, dan objek yang dibuat.

Seni kontemporer merupakan perkembangan seni yang ada kaitannya dengan proses berkembangnya zaman. Mendapatkan istilah Contemporary Art dan berkembang di Barat sebagai salah satu seni yang diproduksi sejak perang dunia II.

Sejarah di Barat, seni ini dimulai pada berakhirnya era modernisasi. Hal tersebut terjadi dikarenakan terlalu mudahnya menciptakan karya kontemporer. Seolah, karya yang diciptakan telah dibuat sebelumnya.

Seorang Kritikus Harold Rosenberg menjelaskan bahwa fenomena tersebut dikenal dengan istilah deja vu, berarti sudah pernah melihat. Berkelanjutan cukup lama, hingga menyebabkan berakhirnya masa kontemporer.

Estetika Seni Kontemporer di Indonesia

Banyak berkembang di Indonesia membuat keilmuan tidak pasti ini memiliki cukup banyak teknik. Diantara beberapa teknik, seni kontemporer sangat dipengaruhi oleh bahan dan alat. Selain itu, kreativitas pembuat juga menjadi penilaian.

Sedang Trending :  Bagaimana Langkah Menghias Karya dengan Teknik Aplikasi ?

Jika pada saat perang dunia II, karya yang banyak ditemui adalah bidang lukis. Berkembang di Indonesia terdapat seni dua dimensi antara lain lukis, batik, dan grafis. Seni tiga dimensi terdapat pembuatan patung dan keramik.

Dalam pembuatannya sendiri tentu membutuhkan sebuah ciri keunikan gagasan. Keunikan ini didapatkan dengan cara terus meng-update segala sumber kreativitas. Setiap pembuat karya, tentunya memiliki inovasi-inovasi tersebut.

Untuk mendapatkan hasil yang bernilai, dibutuhkan kreativitas dengan beberapa ciri spesial. Diantaranya keunikan karya. Meski sama, setiap pembuat karya tentu memiliki ciri khas untuk membedakan hasil buatannya dengan tangan lainnya.

Ciri kedua yaitu individual. Karya dengan sifat tertutup atau perorangan ini, biasanya dibuat sebab permasalahan pribadi. Sehingga, terciptalah suatu karya dengan ciri khusus dari individu pembuat.

Universal merupakan ciri kreativitas seniman yang umumnya senang dengan aktivitas ramai. Hasil karyanya akan dapat dilihat oleh banyak orang. Tidak tersimpan rahasia pada tiap coretan yang dihasilkan.

Ciri selanjutnya yaitu harus memiliki kreativitas dalam mengungkapkan perasaan. Membuat karya secara ekspresif akan memudahkan pembuat karya mengingat tiap kegiatan dari hasil coretannya. Sehingga, memori tersimpan cukup banyak.

Ciri terakhir yaitu survival. Disini, karyanya sengaja dibuat abadi. Cukup misterius, tetapi hasil karya seperti ini akan membuat para pecinta seni dibuat berfikir sebab yang ditorehkan dalam karya kontemporernya menyimpan banyak sejarah. (SA)

Baca Juga : Apa Persamaan Karya Kolase Montase Aplikasi dan Mozaik ?

Tinggalkan Balasan