Membeli Asuransi kendaraan Merupakan Contoh Pengelolaan Risiko dengan Cara
Membeli Asuransi kendaraan Merupakan Contoh Pengelolaan Risiko dengan Cara Seperti Apa?

Membeli Asuransi kendaraan Merupakan Contoh Pengelolaan Risiko dengan Cara Apa?

Membeli asuransi kendaraan merupakan contoh pengelolaan risiko dengan cara yang efektif. Itu karena, Anda nantinya tidak perlu melakukan pembayaran terhadap kerusakan pada kendaraan tersebut. Sekarang, asuransi kendaraan sendiri memang belum umum.

Normalnya seseorang akan mendapatkan asuransi ketika kendaraan dibeli dengan cara kredit. Namun setelah kendaraan tersebut lunas, asuransi tidak akan diperpanjang sehingga keberadaannya menjadi hilang. Ini tentu berefek buruk bagi pemilik.

Jika ke depannya terdapat kerusakan pada kendaraan tersebut, tidak adanya asuransi membuat perbaikan perlu dilakukan sendiri. Mungkin tidak masalah jika seseorang memiliki dana cadangan. Namun jika dananya tidak ada, kesulitan pasti terasa.

Baca Juga : Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia

Membeli Asuransi Kendaraan Merupakan Contoh Pengelolaan Risiko dengan Cara Memindahkan Risiko

Dalam dunia manajemen risiko, membeli asuransi merupakan contoh pengelolaan dengan cara memindahkan risiko. Ini merupakan salah satu contoh soal manajemen risiko dan jawabannya yang paling umum. Pada kondisi ini, Anda tidak perlu membayar asuransi tersebut.

Namun risiko akan dipindahkan ke pihak asuransi. Hal tersebut membuat pihak asuransi memiliki kewajiban untuk membayar. Namun teknik pengelolaan risiko tidak hanya dengan cara memindahkannya.

Ada juga jenis-jenis risiko dan pengelolaan lain yang perlu diketahui. Jika Anda belum mengetahui jenis-jenis tersebut, pada kesempatan kali ini pembahasannya akan dilakukan secara lebih rinci.

Sedang Trending :  Asuransi Kendaraan Bermotor Kecelakaan Diri Pencurian dan Pengangkutan Tergolong

1. Menghindari Risiko

Pengelolaan lain pertama adalah dengan menghindari risiko. Misal Anda akan keluar rumah namun menggunakan kendaraan memiliki banyak risiko. Menghindari risiko bisa dilakukan dengan keluar memakai kendaraan umum atau berjalan kaki.

2. Mengendalikan Risiko

Cara lain adalah dengan mengendalikan risiko tersebut. Misal ketika Anda keluar rumah menggunakan kendaraan, kecepatan yang terlalu tinggi berpotensi mengakibatkan kecelakaan. Nantinya mengendalikan risiko dilakukan dengan menurunkan kecepatan.

Simak Juga : Asuransi Mobil di Bogor

3. Menunda Risiko

Anda juga bisa memilih untuk menunda risiko. Misal ketika hujan, berkendara berpotensi menyebabkan kecelakaan karena jalan licin dan pandangan terbatas. Oleh karena itu, Anda bisa menunda risiko dengan menunggu hingga jalanan menjadi kering.

Setiap teknik pengelolaan risiko memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Oleh karena itu, Anda bisa menimbang kelebihan dan kekurangan tersebut.

Pastikan pertimbangan dilakukan secara benar. Jangan sampai malah menyesal di akhir hanya karena teknik pengelolaan risiko yang dilakukan tidak efektif. Hal semacam ini sering dialami oleh masyarakat di luar sana. (ditulis oleh SA untuk Alkisahnews.com)

Tinggalkan Balasan