Dalam Asuransi Jiwa Keahlian Seorang Dokter Adalah Wujudnya Tidak Nyata

Dalam Asuransi Jiwa Keahlian Seorang Dokter Adalah Wujudnya Tidak Nyata

Alkisahnews.com – Dalam asuransi jiwa keahlian seorang dokter adalah tidak berwujud, dan tidak terlihat. Karena, kesehatan nasabah asuransi itu setali tiga uang dengan perusahaan. Kesehatan itu sangat berkaitan dengan dokter.

Kesehatan, saat ini sedang menjadi sebuah hal yang sangat diperhatikan oleh masyarakat. Tren menjaga kesehatan mulai olahraga, konsumsi makanan sehat, dan berusaha untuk hidup positif jadi tren yang meningkat.

Meningkatnya tren ini seiring juga dengan tingkat penyakit yang perlahan mematikan seperti obesitas, diabetes, dan stroke. Tiap tahun tentu Anda selalu mendengar kabar ada dari anggota keluarga, saudara, teman, bahkan tetangga, yang terkena penyakit tersebut.

Kaitannya dengan asuransi, saat ini sudah semakin banyak orang yang menggunakan asuransi jiwa untuk melindungi diri dari kemungkinan kesehatan yang terburuk.

Asuransi kesehatan dan dokter tak bisa dilepaskan, karena ada satu penghubung. Relevansi antara perusahaan dan dokter, sangat bisa ditarik garis linear, sebab keduanya terhubung dan saling berkorelasi.

Dalam Asuransi Jiwa Keahlian Seorang Dokter Adalah Tidak Berwujud, Namun Bernilai

Seorang dokter untuk bisa mencapai profesinya saat ini banyak sekali melewati proses. Perjalanan panjang bukan tanpa rintangan, harus dilewati untuk menjadi seorang pahlawan kesehatan bernama dokter.

Dengan pendaftaran universitas, kemudian rintangan berupa praktek. Berikutnya biaya yang perlu dikeluarkan banyak, dan di atas jurusan lain. Harus juga melewati proses koas.

Sedang Trending :  Asuransi Kesehatan Prudential

Apalagi, jika seorang lulusan kedokteran akan mengambil spesialis, harus siap dana dan usaha. Oleh karena itu keahlian seorang dokter sangat dihargai dalam sebuah perusahaan asuransi.

Keahlian seorang dokter bagi perusahaan asuransi memang tidak berwujud. Sebab, keahlian seorang dokter tidak bisa dilihat, namun bisa dirasakan. Penggunaan ilmu hanya bisa diterapkan oleh dokter, tidak bisa orang yang bukan ahlinya.

Aset, memang bukan selalu tentang barang, bangunan, peralatan, dan perlengkapan. Namun kadang ada aset-aset yang tidak jelas wujudnya, namun bernilai tinggi dan memiliki dampak yang besar pada perusahaan.

Laporan keuangan jelas tidak akan bisa melaporkan penyusutan pada keahlian seorang dokter. Akan tetapi keahlian itu sangat bernilai. Maka dari itu seorang ahli akan dibayar mahal untuk melakukan penerapan ilmunya kepada kasus-kasus yang dihadapi oleh klien mereka.

Pemberantasan sebuah masalah pelik tidak mengambil waktu yang panjang. Contohnya dokter periksa standar kesehatan, tanya sedikit, dan beri resep, tidak sampai seperempat jam sudah selesai.

Hal yang perlu diingat untuk mencapai pada fase tersebut, banyak hal yang harus dikorbankan dan kesabaran dalam taraf tinggi. Itulah yang membuat keahlian dokter dihargai walaupun tidak ada wujudnya. (SA)

Tinggalkan Balasan