mengapa mempelajari alquran menjadi kewajiban bagi setiap muslim
mengapa mempelajari alquran menjadi kewajiban bagi setiap muslim ?

Mengapa Mempelajari AlQuran Menjadi Kewajiban Bagi Setiap Muslim

Tahukah Anda, mengapa mempelajari alquran menjadi kewajiban bagi setiap muslim? Silahkan simak jawaban dan ulasannya di artikel berikut ini.

Al-Qur’an adalah sumber utama ajaran Islam, pedoman hidup, penenang jiwa, dan cahaya penuntun bagi siapa pun yang ingin berjalan dalam kebenaran. Karena itulah para ulama selalu menekankan bahwa mempelajari Al-Qur’an bukan sekadar aktivitas ibadah, tetapi kebutuhan ruhani yang wajib dipenuhi oleh setiap muslim. Pertanyaannya kemudian muncul: Mengapa kita harus belajar Al-Qur’an? Apa yang membuatnya menjadi kewajiban yang tidak bisa ditawar?

Baca Juga : Bagaimana Ajaran Islam Memandang Kerukunan Dalam Keberagaman ?

Jadi, Mengapa Mempelajari AlQuran Menjadi Kewajiban Bagi Setiap Muslim ?

Untuk menjawabnya, kita perlu memahami beberapa aspek utama: kedudukan Al-Qur’an dalam hidup seorang muslim, keutamaan mempelajari dan membaca Al-Qur’an berdasarkan dalil, serta bagaimana adab yang benar saat berinteraksi dengan kitab suci ini. Artikel ini akan mengurai semua aspek tersebut secara komprehensif.

1. Mengapa Kita Harus Belajar Al-Qur’an

Mengapa kita Harus belajar Al-Qur'an
Mengapa kita Harus belajar Al-Qur’an ?

Pertanyaan mendasar yang sering muncul adalah: Mengapa kita harus belajar Al-Qur’an? Ada beberapa jawaban yang bersandar pada dalil dan argumen keagamaan:

a. Al-Qur’an adalah pedoman hidup

Allah Swt. menyebut Al-Qur’an sebagai petunjuk (hudā), pembeda (furqān), dan penyembuh bagi penyakit hati. Tanpa ilmu yang bersumber dari Al-Qur’an, seorang muslim tidak akan mengetahui bagaimana cara beribadah, bermuamalah, atau berakhlak sesuai syariat.

b. Mempelajari Al-Qur’an adalah perintah langsung dari Allah

Dalam banyak ayat, umat diperintah untuk membaca, mentadabburi, dan mengamalkan Al-Qur’an. Perintah ini menunjukkan bahwa mempelajari Al-Qur’an bukan kegiatan opsional, melainkan bagian dari ketaatan.

c. Tidak ada ibadah yang sempurna tanpa dasar Al-Qur’an

Salat, puasa, zakat, haji, bahkan akhlak yang baik—semuanya berakar dari pengetahuan yang bersumber dari wahyu. Tanpa mempelajari Al-Qur’an, ibadah menjadi kosong atau bahkan keliru.

d. Mempelajari Al-Qur’an menjaga kemurnian agama

Dengan mempelajari, menghapal, dan mengajarkan Al-Qur’an, generasi muslim berperan menjaga keaslian wahyu, sebagaimana para penghapal dan pembaca Al-Qur’an telah melakukannya sejak era sahabat.

Dari sini tampak jelas bahwa belajar Al-Qur’an adalah fondasi utama kehidupan Muslim. Tanpa fondasi tersebut, bangunan keimanan akan rapuh.

2. Keutamaan Mempelajari Al-Qur’an

Keutamaan Mempelajari Al-Qur'an
Keutamaan Mempelajari Al-Qur’an

Para ulama menegaskan banyak keutamaan mempelajari Al-Qur’an, baik dalam aspek spiritual maupun intelektual. Berdasarkan hadits-hadits shahih dan pandangan ulama, terdapat 4 keutamaan mempelajari Al-Qur’an yang utama:

1) Mendapatkan derajat kemuliaan di sisi Allah

Rasulullah saw. bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” Hadis ini menunjukkan bahwa mempelajari Al-Qur’an mengangkat derajat seorang muslim ke posisi paling terhormat dalam masyarakat beriman.

2) Mendapat pahala tanpa batas

Setiap huruf yang dibaca dihitung sebagai kebaikan berlipat ganda. Rasulullah saw. menjelaskan bahwa satu huruf bernilai sepuluh kebaikan. Ini menunjukkan bahwa mempelajari Al-Qur’an adalah ladang pahala yang luas.

3) Mendapatkan syafa’at pada hari kiamat

Al-Qur’an akan datang sebagai pemberi pertolongan bagi pembacanya. Syafa’at ini adalah anugerah besar yang tidak dimiliki oleh ibadah lain dalam bentuk yang sama.

4) Menjadi jalan ketenangan dan perbaikan akhlak

Al-Qur’an adalah obat bagi hati. Membacanya membawa ketenangan, memahaminya membawa cahaya, dan mengamalkannya memperbaiki perilaku serta karakter seseorang.

Keutamaan-keutamaan inilah yang menjadikan mempelajari Al-Qur’an sebagai investasi abadi seorang muslim—bukan hanya untuk dunia tetapi juga untuk akhirat.

3. Dalil Keutamaan Membaca Al-Qur’an

Dalil keutamaan membaca Al-Qur'an
Dalil keutamaan membaca Al-Qur’an

Sumber-sumber yang Anda berikan menekankan dalil dari Al-Qur’an dan hadis mengenai keutamaan membaca Al-Qur’an. Beberapa di antaranya:

a. Setiap huruf bernilai pahala

Rasulullah saw. bersabda:

“Barang siapa membaca satu huruf dari Kitabullah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh.”
(HR. Tirmidzi)

Hadis ini menjadi fondasi utama dalam memahami dalil keutamaan membaca Al-Qur’an, sekaligus dorongan agar umat tidak malu meski masih terbata-bata.

b. Pembaca Al-Qur’an akan bersama malaikat

Dalam hadis lain, Rasulullah saw. bersabda bahwa orang yang mahir membaca Al-Qur’an akan bersama para malaikat yang mulia. Sedangkan orang yang membaca dengan gagap akan mendapat dua pahala: pahala membaca dan pahala berjuang.

c. Al-Qur’an sebagai pemberi syafaat

Hadis riwayat Muslim menyebutkan bahwa Al-Qur’an akan datang memberi syafaat bagi pembacanya di hari kiamat. Ini adalah dalil paling kuat mengenai keutamaan membaca Al-Qur’an secara rutin.

d. Perintah mentadabburi Al-Qur’an

Allah berfirman dalam QS. Muhammad:24, mengkritik orang yang tidak merenungkan isi Al–Qur’an. Ini menunjukkan bahwa membaca dan memahami Al-Qur’an adalah ibadah bernilai tinggi.

Dalil-dalil tersebut menegaskan bahwa membaca Al-Qur’an bukan hanya ibadah biasa, tetapi kegiatan yang memiliki nilai spiritual yang sangat besar.

4. Adab Baik Membaca Al-Qur’an Adalah Apa?

Adab baik membaca Al-Qur'an adalah
Adab baik membaca Al-Qur’an adalah

Interaksi dengan Al-Qur’an harus dilakukan dengan adab yang benar, karena ia adalah firman Allah yang paling mulia. Dalam sumber-sumber Anda, beberapa adab utama disebutkan:

a. Membaca dengan niat yang ikhlas

Ikhlas menjadikan bacaan bernilai ibadah, bukan sekadar kebiasaan atau ritual kosong.

b. Suci dari hadas

Meskipun membaca tanpa wudu masih diperbolehkan dalam beberapa keadaan, namun adab paling utama adalah dalam kondisi suci lahir batin.

c. Membaca dengan tartil

Membaca perlahan, teratur, dan memperhatikan makhraj serta tajwid adalah bentuk pemuliaan terhadap firman Allah.

d. Menghadap kiblat dan memilih tempat yang bersih

Ini mencerminkan penghormatan dan konsentrasi ketika membaca.

e. Tidak tergesa-gesa dan berusaha memahami maknanya

Membaca bukan sekadar melafalkan, tetapi membawa ruh Al-Qur’an ke dalam hati.

f. Mengamalkan apa yang dibaca

Ini adalah adab tertinggi: menjadikan Al-Qur’an sebagai panduan hidup.

Adab-adab tersebut bukan sekadar aturan formal, tetapi menunjukkan hubungan emosional dan spiritual antara seorang muslim dan wahyu Tuhannya.

5. Mempelajari Al-Qur’an: Jalan Ilmu dan Jalan Ibadah

Belajar Al-Qur’an mencakup tiga dimensi besar:

1. Membaca

Ini adalah gerbang pertama. Dari sinilah pahala besar mengalir, dan syafa’at hari kiamat dijanjikan.

2. Memahami

Tadabbur, tafsir, dan kajian ayat memberi kedalaman spiritual dan intelektual. Tanpa memahami, seorang muslim hanya mendapatkan kulit, bukan inti.

3. Mengamalkan

Inilah tujuan utama wahyu: membentuk karakter, memperbaiki perilaku, menyediakan pedoman hidup.

Mempelajari Al-Qur’an berarti menggabungkan ketiganya. Karena itu, kewajiban belajar Al-Qur’an bukan sekadar “tugas agama”, tetapi kebutuhan asasi umat Islam.

Baca Juga : Jelaskan Arti Penting Diutusnya Nabi Muhammad SAW Dalam Menyampaikan Hukum Allah SWT ?

Kesimpulan

Mempelajari Al-Qur’an merupakan kewajiban karena ia adalah pedoman hidup, sumber kebenaran, dan cahaya bagi hati manusia. Dalil-dalil yang kuat menunjukkan betapa besar keutamaan membaca dan mempelajarinya. Mengapa kita harus belajar Al-Qur’an? Karena dengannya seorang muslim dapat membangun iman, memperbaiki akhlak, dan meraih kemuliaan dunia serta akhirat.

Keutamaan mempelajari Al-Qur’an begitu banyak, mulai dari mendapatkan pahala, syafa’at, hingga kedudukan istimewa di sisi Allah. Dengan adab yang baik saat membaca serta kesungguhan dalam belajar, seorang muslim akan merasakan keberkahan yang luas dari firman Tuhan yang agung ini.

Simak Juga : Mengapa Mengamalkan Ilmu Sama Pentingnya dengan Menuntut Ilmu Dalam Islam ?

About administrator

Kami Menyediakan Informasi Berdasarkan Sumber Yang Kredibel dan Terpecaya

Tinggalkan Balasan